Pages

Jumat, 15 Juni 2012

TPL 2009 PTKI MEDAN

TPL 2009 IS THE BEST (Loe Gue End.....!!!)

ANDI MAKKA TUTU (MOROWALI-SULTENG)

BENNY ROBINSON H. (MENTAWAI-SUMBAR)

DESMINTA P. HARAHAP (LABUHAN BATU-SUMUT)

EKA PINTA BINA (DELI SERDANG-SUMUT)

GILBER CELIANUS BIO (MOROWALI-SULTENG)

GRESY M. SIMBOLON (SAMOSIR-SUMUT)

GUSWAR SHANDY (MEDAN-SUMUT)

HARTONO (TANJUNG BALAI-SUMUT)

I KOMANG MULIADI (TANAH BUMBU-KALSEL)

LOLI ASMITASARI MANIK (DAIRI-SUMUT)

M. IQBAL KARIMULLAH (PALEMBANG-SUMSEL)

MAHDI RAHMAD (PASAMAN-SUMBAR)

MISTARINA ZEGA (NIAS-SUMUT)

M. ARBIANSYAH (SIBOLGA-SUMUT)

M. DEDI SUWARTO (DUMAI-RIAU)

MUTYA SIREGAR (DELI SERDANG-SUMUT)

NOVELITA SITORUS (MEDAN-SUMUT)
RAHAYU ESTERLINA SIDABUTAR (NABIRE-PAPUA)
REVIANTY APRILIA TARIGAN (MEDAN-SUMUT)
RUSYDA GUNAWAN (MANDAILING NATAL-SUMUT)
RINI AFIANTY (TANJUNG PINANG-BABEL)
SAFRIDA (TANJUNG BALAI-SUMUT)
SIHARDO W. PANGABEAN (DAIRI-SUMUT)
SUGIARTO K.ARIOS (DOLOK SANGGUL-SUMUT)
SUNARTI (LINGGA-KEPRI)
SUPARMIN (BATUBARA-SUMUT)
SYARIFUDIN (PENAJEM PASER UTARA-KALTIM)
YOSUA FRANSISCO (TAPANULI UTARA-SUMUT)

PANCE RAHAYU (MANNA-BENGKULU)



 




Danau Toba "Samosir Island" Part 1


TPL 2009

My Friend's


Action


Lake Toba
SDN Simbolon

Volly Ball Team
Pasir Putih


Waduh
Keren







CLBK

Kamis, 14 Juni 2012

Kandungan Minyak Sereh Wangi

Komponen kimia dalam minyak sereh wangi cukup komplek, namun komponen yang terpenting adalah sitronellal dan geraniol. Kedua komponen  tersebut menentukan intensitas bau, harum, serta nilai harga  minyak sereh wangi. Kadar komponen kimia penyusun utama minyak sereh wangi tidak tetap, dan tergantung pada beberapa faktor. Biasanya jika kadar geraniol tinggi maka kadar sitronellal juga tinggi.
Komposisi minyak sereh wangi ada yang terdiri dari beberapa komponen, ada yang mempunyai 30-40 komponen, yang isinya antara, lain alkohol, hidrokarbon, ester, alaehid, keton, oxida, lactone, terpene dan sebagainya., Komponen utama penyusun minyak sereh wangi adalah sebagai berikut :
1.    Sitronelal

Nama IUPAC             : 3,7-dimethyloct-6-en-1-al
Rumus Molekul           : C10H18O
Massa molar                : 154,25 g / mol
Kepadatan                   : 0,855 g/cm3
Titik didih                   : 201-207° C
Data untuk bahan dalam keadaan standar pada 25° C, 100 kPa
Sitronelal atau rhodinal atau 3,7-dimethyloct-6-en-1-al (C10H18O) adalah monoterpenoid, komponen utama dalam campuran senyawa kimia terpenoid yang memberikan minyak sereh wangi yang khas.

2.    Geraniol



Nama IUPAC                         : 3,7-Dimethylocta-2 ,6-dien-1-ol
Rumus Molekul           : C10H18O
Massa molar                : 154,25 g mol-1
Kepadatan                   : 0,889 g/cm3
Titik lebur                    : 15° C, 288 K, 59° F
Titik didih                   : 229° C, 502 K, 444° F
Larut dalam air
Data untuk bahan dalam keadaan standar pada 25° C, 100 kPa
Geraniol adalah monoterpenoid dan alkohol. Ini adalah bagian utama dari minyak mawar, Palmarosa minyak, dan minyak sereh (jenis Jawa). Hal ini juga terjadi dalam jumlah kecil di geranium, lemon, dan banyak minyak esensial lainnya. Tampaknya sebagai minyak jelas pucat kuning yang tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik yang paling umum. Memiliki bau mawar-suka dan umumnya digunakan dalam parfum.

3.    Citronellol 

    

(+)-Sitronelol (kiri) dan (-)-sitronelol
Nama IUPAC                         : 3,7-Dimethyloct-6-en-1-ol
Nama lain                    : (±)-β-sitronelol; 3,7-Dimetil-6-octen-1-ol
Molekul rumus            : C10H20O
Massa molar                : 156,27 g mol-1
Kepadatan                   : 0,855 g/cm3
Titik didih                   : 225° C, 498 K, 437° F
Data untuk bahan dalam keadaan standar pada 25° C, 100 kPa
Sitronelol, atau dihydrogeraniol, adalah monoterpenoid asiklik alam. Kedua enantiomer terjadi di alam. (+)- Sitronelol, yang ditemukan dalam minyak sereh, termasuk Cymbopogon nardus (50%), adalah isomer yang lebih umum. (-)- Sitronelol ditemukan dalam minyak bunga mawar (18-55%) dan geranium Pelargonium.

Penyulingan Minyak Sereh Wangi

             
Penyulingan (destilation) adalah suatu cara untuk memperoleh minyak atsiri dengan bantuan uap air. Dengan penyulingan ini dapat dipisahkan zat yang  bertitik  didih tinggi dari zat-zat yang tidak dapat menguap. Penyulingan adalah salah satu cara untuk mendapatkan minyak atsiri, dengan cara mendidihkan bahan baku yang dimasukkan kedalam ketel hingga terdapat uap yang diperlukan. Atau dengan cara mengalirkan uap jenuh (saturated or super heated) dari ketel pendidih air kedalam ketel penyulingan. Dengan kata lain, penyulingan adalah proses pemisahan komponen yang berupa cairan atau padat dan proses ini dilakukan terhadap minyak atsiri yang tidak larut dalam air.

Secara umum proses penyulingan dikenal dengan dengan 3 (tiga) cara yaitu :
  1)     Penyulingan dengan air (water distillation)
  2)     Penyulingan dengan air dan uap (steam and steam distillation)
  3)     Penyulingan dengan uap (steam distillation)

Pada dasarnya prinsip dari ketiga proses penyulingan tersebut diatas adalah sama, hanya berbeda pada cara penyulingannya saja. Dalam penyulingan minyak atsiri bahan yang terpenting dan yang banyak digunakan adalah air, disamping fungsinya sebagai penghasil uap atau steam juga diperlukan untuk bahan pendingin pada kondensor.

Adapun prosedur pada proses penyulingan minyak atsiri, khususnys minyak sereh wangi yaitu :

a.     Penyulingan dengan air (water distillation)
Pada cara ini bahan yang disuling direbus dengan air didalam sebuah tangki atau labu. Minyak Sereh Wangi akan turut menguap bersama dengan uap air (steam volatile). Oleh adanya air pendingin (kondensor) yang dialirkan melalui sebuah pipa sehingga uap berubah menjadi air kembali dan kemudian cairan ini ditampung pada sebuah wadah atau tangki pemisah. Pada tangki pemisah inilah terjadi pemisahan antara minyak dengan air yang disebabkan oleh adanya perbedaan berat jenis dari masing-masing cairan. Cara penyulingan seperti ini disebut penyulingan langsung (Direct Destillation), dimana bahan baku berhubungan langsung dengan air.

b.     Penyulingan dengan air dan uap (water and steam distillation)
Penyulingan dengan cara ini lebih dikenal masyarakat dengan cara kukus. Pada cara ini bahan baku tidak berhubungan langsung dengan air (Indirect Destillation). Bahan diletakkan diatas piringan yang bentuknya menyerupai ayakan, dan kemudian dimasukkan kedalam ketel yang telah berisi air kira-kira 0,25 bagian dari tinggi ketel. Uap air yang berasal dari air yang telah mendidih dan keluar dari lubang-lubang piringan serta mengalir melalui sela-sela bahan akan membawa minyak sereh wangi yang dikandung oleh bahan, dan kemudian dialirkan kedalam corong pisah melalui pipa yang berhubungan dengan kondensor.

c.     Penyulingan dengan uap langsung (steam Destillation)
Pada dasarnya prinsip kerja dari penyulingan dengan uap ini hampir sama dengan prinsip kerja  dengan air dan uap (water and steam distillation). Perbedaannya adalah pada destilasi ini antara ketel bahan baku dan ketel tempat air terpisah. Uap yang digunakan adalah uap jenuh atau lewat jenuh pada tekanan 1 atmosfer dimana uap tersebut dialirkan melalui pipa ke tangki bahan baku. Minyak yang ada pada bahan baku akan terbawa bersama uap dan dialirkan ke alat pendingin dan selanjutnya dialirkan ke alat pemisah.
Mohon Maaf... Apabila Blog Ini Jarang Di Update Karena Kesibukkan Saya Saat Ini. Thanks...