Pages

Kamis, 14 Juni 2012

Penyulingan Minyak Sereh Wangi

             
Penyulingan (destilation) adalah suatu cara untuk memperoleh minyak atsiri dengan bantuan uap air. Dengan penyulingan ini dapat dipisahkan zat yang  bertitik  didih tinggi dari zat-zat yang tidak dapat menguap. Penyulingan adalah salah satu cara untuk mendapatkan minyak atsiri, dengan cara mendidihkan bahan baku yang dimasukkan kedalam ketel hingga terdapat uap yang diperlukan. Atau dengan cara mengalirkan uap jenuh (saturated or super heated) dari ketel pendidih air kedalam ketel penyulingan. Dengan kata lain, penyulingan adalah proses pemisahan komponen yang berupa cairan atau padat dan proses ini dilakukan terhadap minyak atsiri yang tidak larut dalam air.

Secara umum proses penyulingan dikenal dengan dengan 3 (tiga) cara yaitu :
  1)     Penyulingan dengan air (water distillation)
  2)     Penyulingan dengan air dan uap (steam and steam distillation)
  3)     Penyulingan dengan uap (steam distillation)

Pada dasarnya prinsip dari ketiga proses penyulingan tersebut diatas adalah sama, hanya berbeda pada cara penyulingannya saja. Dalam penyulingan minyak atsiri bahan yang terpenting dan yang banyak digunakan adalah air, disamping fungsinya sebagai penghasil uap atau steam juga diperlukan untuk bahan pendingin pada kondensor.

Adapun prosedur pada proses penyulingan minyak atsiri, khususnys minyak sereh wangi yaitu :

a.     Penyulingan dengan air (water distillation)
Pada cara ini bahan yang disuling direbus dengan air didalam sebuah tangki atau labu. Minyak Sereh Wangi akan turut menguap bersama dengan uap air (steam volatile). Oleh adanya air pendingin (kondensor) yang dialirkan melalui sebuah pipa sehingga uap berubah menjadi air kembali dan kemudian cairan ini ditampung pada sebuah wadah atau tangki pemisah. Pada tangki pemisah inilah terjadi pemisahan antara minyak dengan air yang disebabkan oleh adanya perbedaan berat jenis dari masing-masing cairan. Cara penyulingan seperti ini disebut penyulingan langsung (Direct Destillation), dimana bahan baku berhubungan langsung dengan air.

b.     Penyulingan dengan air dan uap (water and steam distillation)
Penyulingan dengan cara ini lebih dikenal masyarakat dengan cara kukus. Pada cara ini bahan baku tidak berhubungan langsung dengan air (Indirect Destillation). Bahan diletakkan diatas piringan yang bentuknya menyerupai ayakan, dan kemudian dimasukkan kedalam ketel yang telah berisi air kira-kira 0,25 bagian dari tinggi ketel. Uap air yang berasal dari air yang telah mendidih dan keluar dari lubang-lubang piringan serta mengalir melalui sela-sela bahan akan membawa minyak sereh wangi yang dikandung oleh bahan, dan kemudian dialirkan kedalam corong pisah melalui pipa yang berhubungan dengan kondensor.

c.     Penyulingan dengan uap langsung (steam Destillation)
Pada dasarnya prinsip kerja dari penyulingan dengan uap ini hampir sama dengan prinsip kerja  dengan air dan uap (water and steam distillation). Perbedaannya adalah pada destilasi ini antara ketel bahan baku dan ketel tempat air terpisah. Uap yang digunakan adalah uap jenuh atau lewat jenuh pada tekanan 1 atmosfer dimana uap tersebut dialirkan melalui pipa ke tangki bahan baku. Minyak yang ada pada bahan baku akan terbawa bersama uap dan dialirkan ke alat pendingin dan selanjutnya dialirkan ke alat pemisah.

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon Maaf... Apabila Blog Ini Jarang Di Update Karena Kesibukkan Saya Saat Ini. Thanks...