Di zaman
modern ini, aneka bahan wewangian telah ditambahkan pada ribuan jenis barang
yang digunakan manusia, misalnya sabun cuci, karbol, semir sepatu, dan
lain-lain. Wewangian teknis ternyata telah menjadi kebutuhan manusia dalam
berbagai dunia industri seperti : farmasi, kosmetik, makanan, parfum,
bahan–bahan rumah tangga dan sebagai aroma terapi.
Minyak
atsiri lazim juga dikenal dengan nama minyak mudah menguap atau minyak terbang (volatil oil). Pengertian minyak atsiri
yang ditulis dalam Encyclopedia of
chemical technology menyebutkan bahwa minyak atsiri merupakan senyawa yang
pada umumnya berwujud cairan, yang diperoleh dari bagian tanaman, akar, kulit,
batang, daun, buah, biji, maupun dari bunga melalui proses penyulingan dengan
uap. Meskipun kenyataan untuk memperoleh minyak atsiri dapat juga diperoleh
dengan cara lain seperti dengan cara ekstraksi dengan menggunakan pelarut
maupun dengan cara dipress atau dikempa dan secara enzimatik.
Minyak
atsiri sebagai bahan wewangian, penyedap masakan, dan obat-obatan mempunyai
sejarah yang panjang. Tulisan-tulisan kuno masa lalu tidak lupa mencatat
kegunaan minyak atsiri untuk dupa serta
minyak wangi. Benda-benda sejarah yang disimpan di museum masih mengandung
bekas-bekas semerbak wewangian. Sedangkan pusaka keluarga secara teratur
dibasuh dengan air wangi. Ramuan jamu sebagian besar berupa ramuan sari dari
akar, bunga, daun, batang dari berbagai tumbuhan yang mengandung minyak atsiri.
Aroma
wangi dari tumbuh-tumbuhan tetap merupakan bumbu pada setiap acara kebudayaan. Bahkan saat ini
bedak, lulur, dan berbagai jenis kosmetika tradisional masih mampu bertahan
sebagai perias kecantikan sebagian besar wanita Indonesia.
Untuk
itulah bahan-bahan pewangi serta minyak sari tumbuh-tumbuhan telah
diperdagangkan sejak dahulu kala. Banyak Negara serta kerajaan menjadi
termashur karena minyak atsirinya, misalnya: minyak cendana, minyak cempaka,
miyak kenanga, minyak nilam, minyak kayu putih, minyak sereh wangi dan lain
sebagainya. Menurut sejarah, penjajahan terhadap Negara kita diawali oleh datangnya
para pedagang yang berlomba-lomba mencari rempah-rempah. Ini merupakan suatu
bukti bahwa penyedap dan pewangi bukan saja di butuhkan di dunia Timur, tetapi
di dunia barat juga membutuhkannya.


0 komentar:
Posting Komentar