Pages

Jumat, 19 Oktober 2012

MANUSIA SANG PREDATOR

Pernahkah kita mendengar suara rintihan binatang kecil yang terinjak kaki raksasa manusia?
atau nyanyian sakratul maut nyamuk diantara jepitan jari manusia?
kita pasti tidak pernah peduli dengan apa yang sedang terjadi dengan mereka,
hidup mereka, tubuh, jiwa dan apa saja yang ada tentang mereka.

Sekarang, aku akan berkisah tentang cerita yang sesungguhnya.
Diantara ribuan bahkan jutaan makhluk bumi bernyawa,
Terselip sesosok wujud yang bernama manusia.
Ya, manusia ditakdirkan oleh alam sebagai pemimpin dari seluruh makhluk alam semesta.
Pemimpin yang dihadiahi kesempurnaan dari yang lain,
Pemimpin yang di dalam raga dan jiwa bertahta kekuasaan.

Manusia itu khalifah!
Nuraninya bumi.........!!!

Nurani dipakai untuk menghadang iblis seteru manusia.

Lalu
Lalu apa yang terjadi ketika manusia menjelma menjadi iblis?

Darah sesama dihisap padahal kita bukan darakula
Daging sesama disantap mentah-mentah padahal kita bukan kanibal.

Lihatlah petani yang menangis akibat tanahnya dirampas,
Pengemis berjubel mengharap makan dengan tangan menadah.
Sementara yang lain asyik menikmati kerakusan bersama dedemit nafsu mereka.
Menyumpal mulut istri dan anak mereka dengan kemewahan dari liang sampah busuk.
Seperti anjing, padahal manusia juga!
Seperti anjing, seperti anjing, seperti anjing............

Nafsu telah mengubah diri kita menjadi budak
hanya saja kita tak pernah menyadarinya
nafsu memperbudak kita, kita memperbudak kita
lalu, sampai kapan ini berakhir?
entah.............................


 

MATAHARI JIWA


Sepi Mengangkat Anganku Terbang Menjauh Dari Raga.
Saat Malam Mulai Berlayar Meninggalkan Senja,
Seribu Bayangan Melintas Dan Singgah Sebentar Menyapaku,
Tapi Kemudian Berlalu Pergi Tanpa Tinggalkan Jejak Sedikit Pun.
Disatu Titik, Anganku Berhenti Pada Sosok Yang Kusebut Itu Ibu.
Aku Seperti Kembali Dirajut Kenangan Masa Kecil.
Wajah Yang Teduh,
Suara Yang Lembut,
Usapan Yang Manja,
Kecupan Yang Hangat,
Ah,
Jiwa Menuntunku Menangis Dan Menangis Lagi.
Ibu,Masih Sempatkah Kutuang Rindu Kedalam Dekapanmu?
Sementara Jarak Dengan Angkuh Membatasi Ruang Cinta Antara Kita.
Aku Ingin Ibu Kembali Bernyanyi Seperti Dulu, Mengantar Aku Dalam Mimpi Yang Indah.
Terus Kunikmati Kerinduanku Sampai Malam Terhenti Pada Fajar.
Seuntai Kata Kubingkai Dalam Doa :
''Tuhan,Sekiranya KAU Berkenan,Bagikan Kebahagiaan Untuk Dia.
Dialah Matahari Jiwa Yang Selalu Tenteramkan Rasa Dalam Sepiku....''

Pembuatan Tempe


Bahan :
1.      Kacang kedelai
2.      Ragi tempe
3.      Air bacem
4.      Air
Alat :
1.      Baskom
2.      Panki
3.      Pisau
4.      Plastic
5.      Kompor

Cara kerja pembuatan tempe yaitu :
1.      Kacang kedele disortir dibersihkan lalu ditampi sampai bersih.
2.      Dicuci sampai bersih kemudian dimasak sampai tanak lebih kurang 2 jam.
3.      Setelah masak kacang kedele diangkat kemudian ditiriskan dan didinginkan.
4.    Kemudian kacang kedele direndam dalam air bacem selama 24 jam. Tandanya sudah selesai perendaman dengan bacem kedele rasanya asam.
5.      Kemudian dicuci sampai bersih, lalu digiling sampai pecah.
6.      Kemudian masak kembali sampai mendidih.
7.      Angkat dan tiriskan sampai kering dan didinginkan sampai tidak ada air sedikit pun.
8.      Setelah dingin tambahkan raginya aduk sampai rata atau homogen.
9.   Kemudian dibungkus pakai plastik yang telah dilobangi lalu disusun dan dibungkus dengan kain biarkan selama lebih kurang 24 jam.
10. Kemudian dikeluarkan dan digantungi atau diangin-anginkan. Selama lebih kurang 24 jam. Kemudian dipanen siap dijual.



Mohon Maaf... Apabila Blog Ini Jarang Di Update Karena Kesibukkan Saya Saat Ini. Thanks...