Pernahkah kita mendengar suara rintihan binatang kecil yang terinjak kaki
raksasa manusia?
atau nyanyian sakratul maut nyamuk diantara jepitan jari manusia?
kita pasti tidak pernah peduli dengan apa yang sedang terjadi dengan mereka,
hidup mereka, tubuh, jiwa dan apa saja yang ada tentang mereka.
Sekarang, aku akan berkisah tentang cerita yang sesungguhnya.
Diantara ribuan bahkan jutaan makhluk bumi bernyawa,
Terselip sesosok wujud yang bernama manusia.
Ya, manusia ditakdirkan oleh alam sebagai pemimpin dari seluruh makhluk alam
semesta.
Pemimpin yang dihadiahi kesempurnaan dari yang lain,
Pemimpin yang di dalam raga dan jiwa bertahta kekuasaan.
Manusia itu khalifah!
Nuraninya bumi.........!!!
Nurani dipakai untuk menghadang iblis seteru manusia.
Lalu
Lalu apa yang terjadi ketika manusia menjelma menjadi iblis?
Darah sesama dihisap padahal kita bukan darakula
Daging sesama disantap mentah-mentah padahal kita bukan kanibal.
Lihatlah petani yang menangis akibat tanahnya dirampas,
Pengemis berjubel mengharap makan dengan tangan menadah.
Sementara yang lain asyik menikmati kerakusan bersama dedemit nafsu mereka.
Menyumpal mulut istri dan anak mereka dengan kemewahan dari liang sampah
busuk.
Seperti anjing, padahal manusia juga!
Seperti anjing, seperti anjing, seperti anjing............
Nafsu telah mengubah diri kita menjadi budak
hanya saja kita tak pernah menyadarinya
nafsu memperbudak kita, kita memperbudak kita
lalu, sampai kapan ini berakhir?
entah.............................



0 komentar:
Posting Komentar