Pages

Jumat, 19 Oktober 2012

MATAHARI JIWA


Sepi Mengangkat Anganku Terbang Menjauh Dari Raga.
Saat Malam Mulai Berlayar Meninggalkan Senja,
Seribu Bayangan Melintas Dan Singgah Sebentar Menyapaku,
Tapi Kemudian Berlalu Pergi Tanpa Tinggalkan Jejak Sedikit Pun.
Disatu Titik, Anganku Berhenti Pada Sosok Yang Kusebut Itu Ibu.
Aku Seperti Kembali Dirajut Kenangan Masa Kecil.
Wajah Yang Teduh,
Suara Yang Lembut,
Usapan Yang Manja,
Kecupan Yang Hangat,
Ah,
Jiwa Menuntunku Menangis Dan Menangis Lagi.
Ibu,Masih Sempatkah Kutuang Rindu Kedalam Dekapanmu?
Sementara Jarak Dengan Angkuh Membatasi Ruang Cinta Antara Kita.
Aku Ingin Ibu Kembali Bernyanyi Seperti Dulu, Mengantar Aku Dalam Mimpi Yang Indah.
Terus Kunikmati Kerinduanku Sampai Malam Terhenti Pada Fajar.
Seuntai Kata Kubingkai Dalam Doa :
''Tuhan,Sekiranya KAU Berkenan,Bagikan Kebahagiaan Untuk Dia.
Dialah Matahari Jiwa Yang Selalu Tenteramkan Rasa Dalam Sepiku....''

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon Maaf... Apabila Blog Ini Jarang Di Update Karena Kesibukkan Saya Saat Ini. Thanks...