Tanaman sereh wangi (Cymbopogon nardus L.) dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Devisio : Spermatophyta
Klas :
Angiospermae
Subklas : Monocotyledonae
Ordo : Graminales
Famili : Gramineae
Subfamili : Panicoidae
Tribe :
Andropogineae
Di Indonesia tanaman sereh wangi memiliki beberapa
nama daerah seperti berikut ini :
1.
Sumatera
:
Aceh
: sere mangat, Gayo : sere, Toba : sange-sange, Minangkabau : serai, Lampung :
sorai
2.
Jawa
:
Sunda
: sereh, Jawa dan Madura : sere
3.
Nusa
Tenggara :
Bali
: see, Bima : patah’mpori, Sumba : kendoung witu, Rote : nau sina, Timor : bu
muke, Leti : tenian nalai.
4.
Kalimantan
:
Sampit
: serai, Kenya : belangkak, Tidung : salai.
5.
Sulawesi
:
Bantam
: tonti, Gorontalo : timbual, Buol : langilo, Baree “ tiwo embane, Makasar dan
Bugis : sare.
6.
Maluku
:
Kai
: rimanil, Goram : dirangga, Seram : tapisa-pisa, Ambon : hisa-hisa, Ulias :
hisa, Nusalaut : isalo, Buru : bisa, Halmahera : hewuwu, Ternate : garama kusu,
Tidore : baramakusu.
Selama ini tanaman sereh wangi di Indonesia yang
sudah biasa ditanam dapat dipilah menjadi dua jenis, yaitu : Mahapengiri dan
Lenabatu. Jika dicermati lebih lanjut diskripsi kedua jenis sereh wangi dapat
dilihat pada tabel 1.
Tabel Diskripsi jenis tanaman sereh
wangi
|
No.
|
Uraian
|
Mahapengiri
|
Lenabatu
|
|
1.
|
Asal
|
Belum dipastikan, di satu pihak diduga
berasal dari Srilangka, namun di pihak lain justru dianggap asli
Indonesia
|
Diperkenalkan dari Srilangka
|
|
2.
|
Morfologi
|
Tumbuh berumpun dalam bentuk lebih
rendah dan lebar. Daun berwarna hijau dan bagian bawahnya agak kasar
|
Tumbuh berumpun dalam bentuk lebih
tinggi dan tegak. Daun berwarna hijau kebiru-biruan dan kasar pada kedua
pinggirnya.
|
|
3.
|
Agronomi
|
Menghendaki pemiliharaan dan tanah
yang lebih baik
|
Dapat tumbuh baik pada tanah yang
kurang subur, dan pemiliharaannya cukup mudah.
|
|
4.
|
Fisiologi
|
Menghasilkan minyak lebih banyak dan
bermutu tinggi. Kadar geraniol 65-90% dan citronella 30-45%. Harum minyaknya
lebih unggul, yaitu keras dan wangi. Warna minyak antara tidak berwarna
sampai kuning muda.
|
Menghasilkan minyak lebih sedikit dan
bernutu rendah. Kadar geraniol 55-65% dan citronella 7-15%. Harum minyaknya
lebih lemah dan kurang wangi. Warna minyak antara kuning sampai coklat muda.
|
Sumber
: Hieronymus,
1992
Dengan melihat ciri
fisiologi terutama rendemen dan kualitasnya, maka yang sebaiknya dikembangkan
adalah tanaman sereh wangi jenis Mahapengiri.
Saat ini, minyak sereh Jawa dianggap memiliki kualitas
unggul dari berbagai Ceylon terdiri dari sitronelal (32 sampai 45%), sitronelol
(16%), geraniol (11 sampai 13%), geranyl asetat (3 sampai 8%), dan limonene (1
sampai 4%). Sejak minyak sereh Ceylon memiliki kadar yang lebih rendah dari
sitronelal (hanya 5 sampai 15%) dan sitronelol (6 sampai 8%), meskipun isi
geraniol di dalamnya lebih tinggi (18 sampai 20%), ragam Jawa membuat untuk
sumber yang lebih baik turunan kimia harum digunakan dalam industri parfum
sebagai blok bangunan dasar wewangian.
Selain itu, produksi minyak sereh Jawa lebih tinggi
dari Srilanka. selain Ceylon, informasi minyak serai akan memberitahu Anda
bahwa ia juga memiliki komposisi yang relatif lebih tinggi dari monoterpen,
borneol, camphene, citral, asam citronellic, dipentene, elemol, limonene (9
sampai 11%), metil iso-eugenol (7 sampai 11%) , dan nerol. Mari kita sekarang
melihat beberapa manfaat dan penggunaan minyak sereh.
Menurut
Ketaren (1985), ada beberapa hal yang mempengaruhi mutu dari minyak yang
dihasilkan dari proses penyulingan
adalah:
1. Jenis tanaman dan umur panen.
2. Perlakuan bahan oleh sebelum penyulingan/ekstraksi.
3. Sistem dan jenis peralatan juga
kondisi proses penyulingan/ekstrksi minyak.
4. Perlakuan terhadap minyak setelah
proses penyulingan.
5. Pengemasan dan penyimpanan.
Persyaratan
Tumbuh Sereh Wangi
Keadaan tanah dan iklim dapat berpengaruh terhadap vitalitas
dan umur tanaman maupun rendemen dan mutu minyak yang dihasilkan. Dengan kata
lain berasal dari daerah produksi berbeda akan memiliki karakteristik yang
berbeda pula. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka faktor
tanah dan iklim perlu mendapat perhatian khusus.
1.
Keadaan Tanah
Tanaman sereh wangi lebih
cocok tumbuh di tanah yang subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organis.
Untuk mendapatkan tanah yang subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organik
dapat dilakukan pemupukan dengan pupuk kandang yang sudah masak. Pemakaian
pupuk kandang yang belum masak justru dapat menjadi sumber inokolum yang
mengakibatkan busuknya akar sereh wangi.
Namun tanah-tanah yang berat
(tanah liat) dengan tekstur ringan tidak baik bagi pertumbuhan tanaman sereh
wangi. Demikan pula keadaan air tanah yang dekat dengan permukaan tanah,
berpengaruh kurang baik terhadap system perakaran tanaman dan minyak yang
dihasilkan. Menurut sumber pustaka, tanah-tanah yang mengandung kapur dengan
lapisan pasir yang tipis akan menghasilkan tanaman yang subur dan rendemen
minyak yang tinggi pada jangka waktu selanjutnya akan mengalami kemerosotan
secara dratis. Kuncinya, jika akar tanaman sereh wangi sudah mencapai lapisan subsoil
(lapisan tanah bawah) yang mengandung kapur, niscaya kadar sitronella mulai menurun.
Sementara itu, pada tanah-tanah yang berpasir, kendatipun pertumbuhan tanaman
sereh wangi tampak kurus, namun rendemen minyak yang dihasilkan cukup tinggi.
Derajat keasaman tanah (pH)
yang cocok bagi pertumbuhan tanaman sereh wangi sekitar 6-7. Tanah yang terlalu
masam (pH di bawah 5,5) akan menyebabkan tanaman sereh wangi menjadi kerdil.
Kekerdilan ini disebabkan oleh garam aluminium (Al) yang larut didalamnya. Oleh
karena itu, untuk meningkatkan pH tanah dapat dilakukan pengapura,
sekurang-kurangnya dua bulan sebelum tanam. Kebutuhan kapur sekitar 0,5-1 ton
per hektar, tergantung tingkat kemasamannya. Namun perlu diperhatikan juga,
jika pH tanah terlalu basa, akan menyebabkan garam Mangan (Mn) tidak dapat
terserap tanaman, sehingga bentuk daun sereh wangi kurus kecil.
2.
Keadaan Iklim
Sinar
matahari berperan sebagai sumber energy untuk proses fotosintesis bagi setiap
tanaman. Jenis sinar yang dibutuhkan adalah sinar putih yang merupakan gabungan
dari sinar merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Tanaman sereh
wangi menyukai sinar matahari yang jatuh secara langsung, karena mampu
meningkatkan kadar minyaknya. Andaikata di lapangan diketemukan daun sereh
wangi yang berwarna merah kekuning-kuningan dan mengecil, berarti tingkat
transpirasinya lebih tinggi daripada absorbs air oleh akar-akarnya. Tanaman
sereh wangi membutuhkan kelembaban yang tidak terlalu tinggi untuk
melangsungkan pertumbuhannya.
Selanjutnya
mengenai curah hujan, ternyata mempunyai beberapa fungsi bagi tanaman, antara
lain sebagai pelarut zat nutrisi, pembentuk gula dan pati, sarana transportasi
hara dalam tanaman, penumbuhan sel dan pembentukan sel dan pembentukan enzim,
dan menjaga stabilitas suhu. Tanaman sereh wangi membutuhkan curah hujan yang
merata sepanjang tahun. Sedangkan suhu yang cocok untuk tanaman sereh wangi
adalah sekitar 180-250 Celsius.
Pada
dasarnya tanaman sereh wangi dapat tumbuh di mana-mana, mulai dataran rendah (100 meter) sampai ketinggian 1.000 meter. Akan tetapi, sereh wangi berproduksi
paling baik pada ketinggian optimum sekitar 180-250 meter di atas permukaan
laut.


0 komentar:
Posting Komentar